Peterseli

Herba / Rempah

Peterseli

Peterseli memberi rasa segar beraroma herba pada makanan Si Kecil. Herbanya kaya vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. Warna hijau cerahnya juga bikin makanan terlihat lebih menarik.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Mei 2026
Usia pertama6bln+
KategoriHerba / Rempah
Alergen umumTidak
Risiko tersedakRendah

Kapan bayi bisa makan Peterseli?

Peterseli bisa diperkenalkan sejak Si Kecil mulai MPASI, biasanya sekitar umur 6 bulan. Umumnya peterseli dipakai sebagai penyedap, bukan makanan tersendiri.

Tips penyimpanan

Simpan peterseli segar di kulkas dengan batangnya dicelup ke dalam air, lalu tutup longgar dengan kantong plastik. Awet sekitar satu minggu. Peterseli kering bisa disimpan di tempat yang sejuk dan gelap hingga 1 tahun.

Cara menyajikan Peterseli sesuai usia

Cincang halus peterseli segar dan taburkan ke puree yang lembut seperti wortel atau ubi jalar. Pakai sekitar 1 sendok teh per porsi.6 sampai 9 bulan

Cincang halus peterseli segar dan taburkan ke puree yang lembut seperti wortel atau ubi jalar. Pakai sekitar 1 sendok teh per porsi.

  • Selalu cuci peterseli sampai bersih.
  • Buang batang yang tebal sebelum dicincang.
  • Mulai dari jumlah kecil untuk melihat selera Si Kecil.
  • Aduk ke puree tepat sebelum disajikan agar kesegarannya terjaga.
Cincang peterseli lebih kasar dan campurkan ke makanan jari yang lembut seperti telur orak-arik atau keju lembut. Juga bisa diaduk ke sayuran lumat.9 sampai 12 bulan

Cincang peterseli lebih kasar dan campurkan ke makanan jari yang lembut seperti telur orak-arik atau keju lembut. Juga bisa diaduk ke sayuran lumat.

  • Campur dengan herba lain seperti basil agar lebih bervariasi.
  • Pakai sebagai taburan di atas buah lembut seperti alpukat.
  • Buat pesto peterseli dengan minyak zaitun untuk Si Kecil yang lebih besar.
Tambahkan peterseli segar ke beragam masakan seperti pasta, nasi, atau bakso. Juga bisa dipakai sebagai taburan di atas sup dan semur.12 bulan +

Tambahkan peterseli segar ke beragam masakan seperti pasta, nasi, atau bakso. Juga bisa dipakai sebagai taburan di atas sup dan semur.

  • Biarkan Si Kecil ikut menaburkan peterseli di makanannya.
  • Gunakan peterseli dalam smoothie untuk tambahan gizi.
  • Simpan peterseli yang tersisa di dalam wadah berisi air di kulkas.

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Rendah

Risiko tersedak dari peterseli sangat rendah ketika dipakai sebagai penyedap. Untuk daun yang lebih besar, cincang halus agar Si Kecil tidak mual refleks. Selalu sajikan dengan tekstur yang sesuai usianya.

Bukan alergen umum

Peterseli bukan alergen utama. Seperti makanan baru lainnya, sajikan secara terpisah dan perhatikan reaksi apa pun.

Vitamin & mineral

Peterseli adalah herba padat nutrisi, kaya Vitamin K yang mendukung kesehatan tulang1, dan Vitamin C untuk daya tahan tubuh2. Ada juga zat besi untuk kesehatan darah1 serta antioksidan yang melindungi sel-sel2. Cukup sedikit taburan sudah menambah nilai gizi pada setiap makanan.

Vitamin
Vitamin AVitamin CVitamin KVitamin B9 (FOLATE)
Mineral
Zat BesiKalsiumKaliumMagnesium

Sinergi nutrisi

Padukan peterseli dengan makanan kaya zat besi seperti bayam atau lentil agar penyerapan zat besinya lebih baik, berkat kandungan vitamin C-nya3.

Resep dengan Peterseli

Cocok dengan

Pertanyaan umum

Bagaimana cara memperkenalkan peterseli pada bayi saya?

Mulailah dengan menambahkan sedikit peterseli segar yang dicincang halus ke dalam puree atau makanan lumat. Rasanya lembut dan mudah menyatu dengan banyak makanan.

Bolehkah memakai peterseli kering menggantikan yang segar?

Boleh, peterseli kering lebih praktis tapi rasanya lebih ringan. Pakai sekitar 1/3 dari jumlah peterseli segar yang diminta resep.

Apakah ada risiko tersedak?

Risikonya sangat rendah, tapi selalu cincang halus, terutama untuk bayi yang baru mulai MPASI.

Sumber & referensi

  1. 1USDA FoodData Central, 2024
  2. 2National Institutes of Health, Vitamin C Fact Sheet, 2024
  3. 3National Institutes of Health, Vitamin K Fact Sheet, 2024