Seledri

Sayuran

Seledri

Seledri adalah sayuran renyah dan banyak airnya, sehingga bisa jadi pengalaman menyenangkan untuk mengenalkan tekstur baru pada Si Kecil. Kalorinya memang rendah, tapi kandungannya kaya, terutama vitamin K yang membantu pembekuan darah1 dan vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh bayi2. Rasanya yang ringan dan sedikit gurih membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai kombinasi makanan bayi.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Juni 2026
Usia pertama6bln+
KategoriSayuran
Alergen umumYa
Risiko tersedakTinggi

Kapan bayi bisa makan Seledri?

Seledri bisa diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, saat Si Kecil mulai makan MPASI, asal cara penyajiannya aman agar risiko tersedak minimal. Biasanya seledri diperkenalkan setelah sayuran yang lebih manis, seperti wortel atau ubi jalar.

Tips penyimpanan

Simpan seledri di kulkas dalam kantong plastik atau dibungkus aluminium foil supaya tetap renyah, tahan 1-2 minggu. Kalau sudah dimasak atau dibuat puree, simpan di wadah tertutup rapat di kulkas selama 2-3 hari, atau bekukan hingga 2 bulan.

Cara menyajikan Seledri sesuai usia

Untuk bayi usia 6-9 bulan, masak seledri sampai sangat lembut lalu lumatkan atau haluskan menjadi puree yang halus. Anda bisa mencampurnya dengan sayuran atau buah lain untuk menciptakan kombinasi rasa yang menarik. Pastikan tidak ada lagi serat panjang yang tersisa karena bisa menyebabkan tersedak.6 sampai 9 bulan

Untuk bayi usia 6-9 bulan, masak seledri sampai sangat lembut lalu lumatkan atau haluskan menjadi puree yang halus. Anda bisa mencampurnya dengan sayuran atau buah lain untuk menciptakan kombinasi rasa yang menarik. Pastikan tidak ada lagi serat panjang yang tersisa karena bisa menyebabkan tersedak.

  • Kukus atau rebus seledri sampai empuk ditusuk garpu (sekitar 15-20 menit)
  • Buang semua seratnya sebelum dimasak
  • Lumatkan sampai halus dengan garpu atau blender sampai menjadi puree lembut
  • Campur dengan ASI, susu formula, atau puree lain agar nutrisinya lebih lengkap
  • Mulai dari porsi kecil dulu untuk mengecek toleransinya
Untuk bayi usia 9-12 bulan, Anda bisa memberi seledri yang sudah matang dalam potongan kecil yang lembut. Masak sampai sangat empuk, buang semua seratnya, lalu potong seukuran ibu jari Si Kecil. Potongannya harus cukup lembut sehingga mudah dilumatkan dengan jari Anda.9 sampai 12 bulan

Untuk bayi usia 9-12 bulan, Anda bisa memberi seledri yang sudah matang dalam potongan kecil yang lembut. Masak sampai sangat empuk, buang semua seratnya, lalu potong seukuran ibu jari Si Kecil. Potongannya harus cukup lembut sehingga mudah dilumatkan dengan jari Anda.

  • Masak seledri sampai sangat lembut (sekitar 20-25 menit)
  • Potong seukuran ibu jari setelah matang
  • Pastikan potongannya cukup lembut sehingga mudah dilumatkan dengan jari
  • Sajikan bersama Makanan Jari lainnya agar lebih bervariasi
  • Awasi Si Kecil dengan ketat saat makan
Untuk balita usia 12 months ke atas, Anda bisa memberi irisan tipis seledri yang sudah dimasak dan seratnya sudah dibuang. Seledri mentah sebaiknya tetap dihindari sampai usia minimal 3-4 tahun karena risiko tersedaknya. Terus masak sampai empuk dan potong sesuai kemampuan mengunyah Si Kecil.12 bulan +

Untuk balita usia 12 months ke atas, Anda bisa memberi irisan tipis seledri yang sudah dimasak dan seratnya sudah dibuang. Seledri mentah sebaiknya tetap dihindari sampai usia minimal 3-4 tahun karena risiko tersedaknya. Terus masak sampai empuk dan potong sesuai kemampuan mengunyah Si Kecil.

  • Masak seledri sampai empuk tapi masih sedikit padat
  • Iris memanjang tipis (lebar sekitar 0,5 cm)
  • Buang semua seratnya sebelum disajikan
  • Padukan dengan pendamping seperti hummus atau yogurt agar nutrisinya lebih lengkap
  • Selalu dampingi saat makan dan ajarkan mengunyah dengan baik

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Tinggi

Seledri termasuk berisiko tinggi tersedak karena seratnya yang panjang dan bentuknya yang keras. Selalu buang serat-seratnya yang alot dengan mengupas lapisan luar menggunakan pengupas sayur sebelum diolah. Untuk bayi di bawah 12 months, masak sampai sangat lembut lalu haluskan sepenuhnya menjadi puree atau lumatkan sampai tidak ada lagi potongan yang keras.

Alergen umum

Kenalkan secara terpisah dan amati dengan saksama setiap tanda reaksi.

Vitamin & mineral

Seledri mengandung vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah dan kesehatan tulang pada bayi yang sedang tumbuh1. Ada juga vitamin C yang membantu daya tahan tubuh sekaligus memperbaiki penyerapan zat besi dari makanan lain2. Kalium di dalamnya menjaga keseimbangan cairan dan kerja saraf3, sedangkan seratnya membantu pencernaan berjalan lancar.

Vitamin
Vitamin AVitamin CVitamin KVitamin B9
Mineral
KaliumKalsiumMagnesiumNatrium

Sinergi nutrisi

Padukan seledri dengan makanan kaya zat besi seperti lentil atau daging sapi, karena vitamin C pada seledri membantu Si Kecil menyerap zat besi nabati lebih optimal2.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara membuat seledri aman untuk Si Kecil?

Selalu kupas seledri untuk membuang serat-sertat alotnya yang bisa menyebabkan tersedak. Untuk bayi di bawah 12 months, masak sampai sangat lembut (kukus atau rebus 10-15 menit) lalu haluskan sepenuhnya menjadi puree atau lumatkan. Untuk bayi yang lebih besar, Anda bisa memberi potongan kecil yang sudah dimasak lunak, seukuran kacang polong.

Bagaimana kalau Si Kecil tidak suka rasanya?

Seledri punya rasa yang ringan tapi khas, dan beberapa bayi butuh waktu untuk menerimanya. Coba campurkan sedikit ke dalam sayuran yang lebih manis seperti wortel atau ubi jalar. Biasanya bayi butuh 10-15 kali paparan sebelum mau menerima makanan baru, jadi terus tawarkan tanpa memaksa.

Apakah daun seledri boleh dipakai untuk makanan bayi?

Boleh! Daun seledri bisa dimakan dan mengandung nutrisi, tapi rasanya lebih kuat. Mulailah dengan sedikit saja, dicampur ke dalam puree. Pastikan daunnya dicuci bersih lalu cincang halus atau blender sampai lumat supaya tidak ada risiko tersedak.

Sumber & referensi

  1. 1National Institutes of Health, 2021
  2. 2Carr & Maggini, 2017
  3. 3National Institutes of Health, 2023