Tahini

Biji

Tahini

Tahini adalah pasta krim dari biji wijen giling yang menambah rasa gurih dan sedikit kacang pada makanan bayi. Isinya lemak sehat untuk perkembangan otak serta mineral penting seperti kalsium dan zat besi yang menopang tulang yang tumbuh dan darah yang sehat.345 Bahan serbaguna ini juga bisa membuat sayuran dan sereal lebih menarik bagi lidah Si Kecil.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Juli 2026
Usia pertama6bln+
KategoriBiji
Alergen umumYa
Risiko tersedakRendah

Kapan bayi bisa makan Tahini?

Tahini bisa diperkenalkan sekitar usia 6 bulan saat memulai MPASI, tapi karena wijen termasuk alergen yang umum, sebaiknya diperkenalkan dengan hati-hati.

Tips penyimpanan

Simpan tahini di tempat yang sejuk dan gelap, atau di kulkas setelah dibuka. Aduk rata sebelum dipakai karena pemisahan minyak itu hal yang normal. Biasanya tahan 3-6 bulan di dalam lemari makanan, atau sampai 1 tahun kalau disimpan di kulkas.

Cara menyajikan Tahini sesuai usia

Encerkan tahini dengan ASI, susu formula, atau air hingga teksturnya halus dan encer. Campurkan ¼-½ sendok teh ke puree sayuran, oatmeal, atau yogurt. Teksturnya harus benar-benar halus tanpa gumpalan sedikit pun.6 sampai 9 bulan

Encerkan tahini dengan ASI, susu formula, atau air hingga teksturnya halus dan encer. Campurkan ¼-½ sendok teh ke puree sayuran, oatmeal, atau yogurt. Teksturnya harus benar-benar halus tanpa gumpalan sedikit pun.

  • Mulai dengan ¼ sendok teh yang dicampur ke 2-3 sendok makan makanan lain
  • Encerkan dengan cairan sampai mudah dituang dari sendok
  • Aduk rata supaya tidak ada gumpalan
  • Sajikan pada suhu ruang untuk tekstur terbaik
  • Campur dengan sayuran manis seperti ubi jalar atau wortel agar lebih mudah diterima
Gunakan tahini sebagai olesan pada roti panggang lembut yang dipotong jari, atau campurkan ke puree kental dan Makanan Jari. Anda juga bisa membuat saus sederhana dengan mencampur tahini dan yogurt atau alpukat untuk mencelupkan sayuran lembut.9 sampai 12 bulan

Gunakan tahini sebagai olesan pada roti panggang lembut yang dipotong jari, atau campurkan ke puree kental dan Makanan Jari. Anda juga bisa membuat saus sederhana dengan mencampur tahini dan yogurt atau alpukat untuk mencelupkan sayuran lembut.

  • Oleskan tipis-tipis pada potongan roti panggang lembut atau biskuit beras
  • Campurkan ke kacang-kacangan atau lentil yang dilumatkan agar lebih creamy
  • Campur dengan alpukat yang dilumatkan untuk olesan kaya nutrisi
  • Gunakan sebagai pengikat dalam bakso atau patty sayur
  • Sajikan sebagai cocolan untuk batang sayur yang dimasak empuk
Tahini bisa dipakai di berbagai masakan keluarga—tambahkan ke smoothie, dressing salad, atau saus. Si Kecil yang sudah lebih besar bisa menikmatinya di hummus, dituang di atas sayuran panggang, atau dicampur ke mangkuk sereal.12 bulan +

Tahini bisa dipakai di berbagai masakan keluarga—tambahkan ke smoothie, dressing salad, atau saus. Si Kecil yang sudah lebih besar bisa menikmatinya di hummus, dituang di atas sayuran panggang, atau dicampur ke mangkuk sereal.

  • Buat hummus sederhana dari kacang arab, tahini, dan lemon
  • Tambahkan ke smoothie untuk tambahan protein dan lemak sehat
  • Pakai untuk dressing salad yang diencerkan dengan air atau air perasan lemon
  • Siramkan di atas sayuran panggang sebelum disajikan
  • Campurkan ke oatmeal atau mangkuk yogurt untuk sarapan

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Rendah

Tahini bertekstur pasta yang halus sehingga risiko tersedaknya sangat kecil asalkan diencerkan dengan tepat. Selalu campur dengan makanan lain seperti yogurt, puree, atau oatmeal, jangan disajikan sendirian. Untuk Si Kecil yang lebih besar, hindari menyajikan biji wijen utuh karena bisa menyebabkan tersedak.

Alergen umum

Alergi wijen dialami sekitar 0.1-0.2% anak, sehingga tergolong salah satu alergi makanan yang cukup umum.2

Perhatikan gejala:

  • Biduran
  • Pembengkakan
  • Gangguan pencernaan
  • Sulit bernapas
  • Anafilaksis (jarang)

Perkenalkan sedikit saja (¼ sendok teh) yang dicampur ke makanan lain yang sudah dikenal, lalu pantau reaksinya selama 2-3 hari. Karena wijen termasuk alergen yang umum, konsultasikan dengan dokter anak Anda bila ada riwayat alergi makanan di keluarga atau Anda ragu untuk memperkenalkannya.2

Vitamin & mineral

Tahini mengandung kalsium yang baik untuk perkembangan tulang34 dan zat besi untuk sel darah yang sehat.5 Tahini juga kaya lemak sehat yang mendukung pertumbuhan otak, serta mengandung magnesium dan fosfor yang bekerja bersama kalsium untuk tulang yang kuat.36 Dengan 9.3g serat per 100g, tahini bisa membantu pencernaan tetap sehat.

Vitamin
Vitamin B1Vitamin B2Vitamin B3Vitamin B6Vitamin E
Mineral
KalsiumZat BesiMagnesiumFosforKaliumSengTembagaManganSelenium

Sinergi nutrisi

Padukan tahini dengan makanan tinggi vitamin C seperti ubi jalar atau paprika agar penyerapan zat besinya lebih baik.5 Lemak sehat di tahini juga membantu penyerapan vitamin larut lemak dari makanan lain.

Resep dengan Tahini

Cocok dengan

Pertanyaan umum

Berapa banyak tahini yang sebaiknya saya berikan ke bayi?

Mulai dengan ¼ sendok teh saja, dicampur ke makanan lain seperti oatmeal, yogurt, atau puree sayuran. Porsinya bisa dinaikkan bertahap menjadi 1-2 sendok teh per sesi makan seiring Si Kecil terbiasa. Karena tahini padat kalori, sedikit saja sudah cukup.

Apa bedanya tahini dari biji wijen utuh dengan yang kulitnya sudah dilepas?

Tahini yang tidak dikupas memakai biji wijen utuh beserta kulit luarnya, rasanya sedikit pahit tapi kalsium dan seratnya lebih banyak. Tahini yang kulit luarnya sudah dilepas menghasilkan pasta yang lebih lembut dan creamy, yang disukai banyak bayi. Dua-duanya sama baiknya—pilih saja sesuai selera Si Kecil.

Bayi saya awalnya tidak suka rasanya. Bagaimana ya?

Rasanya yang gurih kekacangan dan sedikit pahit memang bisa mengejutkan di awal. Coba campur sedikit sekali ke makanan manis seperti puree pisang atau sari apel, atau ke favorit gurih seperti ubi jalar. Bayi biasanya butuh 10-15 kali coba sebelum menerima rasa baru, jadi terus tawarkan sedikit-sedikit tanpa memaksa.

Sumber & referensi

  1. 1TBCA - Tabela Brasileira de Composição de Alimentos
  2. 2Sicherer SH et al., 2018
  3. 3Couce ML et al., 2021
  4. 4Carpenter TO et al., 2017
  5. 5Rayannavar A et al., 2020
  6. 6Moss CR, 2022