Tuna

Protein

Tuna

Tuna adalah sumber protein yang luar biasa untuk bayi Anda, dengan rasa ringan dan tekstur lembut yang disukai banyak Si Kecil. Isinya padat nutrisi yang mendukung perkembangan otak dan fungsi kekebalan tubuh, sehingga jadi tambahan yang bergizi untuk menu makannya.1 Selain itu, tuna mudah dicampur dengan makanan favorit lainnya.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Januari 2026
Usia pertama6bln+
KategoriProtein
Alergen umumYa
Risiko tersedakRendah

Kapan bayi bisa makan Tuna?

Anda bisa mulai memberikan tuna sekitar usia 6 bulan saat memulai MPASI, tapi banyak orang tua menunggu sampai 8-9 bulan karena tuna termasuk alergen yang umum. Selalu konsultasikan dulu dengan dokter anak, terutama jika ada riwayat alergi ikan dalam keluarga.

Tips penyimpanan

Simpan tuna kaleng di tempat yang sejuk dan kering sampai dibuka, lalu simpan sisanya dalam wadah kedap udara di kulkas, maksimal 2 hari. Untuk tuna segar, gunakan dalam 1-2 hari setelah dibeli atau bekukan sampai 3 bulan.

Cara menyajikan Tuna sesuai usia

Untuk bayi usia 6-9 bulan, masak tuna sampai matang sempurna dengan cara dikukus, dipanggang, atau direbus pelan sampai mencapai 63°C dan mudah terpisah seratnya. Buang seluruh kulit dan tulangnya, lalu lumatkan atau suwir halus menjadi potongan kecil yang lembut agar aman dikunyah Si Kecil. Anda bisa mencampurnya dengan alpukat lumat atau Ubi Jalar agar menyatu.6 sampai 9 bulan

Untuk bayi usia 6-9 bulan, masak tuna sampai matang sempurna dengan cara dikukus, dipanggang, atau direbus pelan sampai mencapai 63°C dan mudah terpisah seratnya. Buang seluruh kulit dan tulangnya, lalu lumatkan atau suwir halus menjadi potongan kecil yang lembut agar aman dikunyah Si Kecil. Anda bisa mencampurnya dengan alpukat lumat atau Ubi Jalar agar menyatu.

  • Pilih varietas tuna rendah merkuri seperti cakalang
  • Masak tuna sampai warnanya berubah putih dan mudah terurai saat ditusuk garpu
  • Lumatkan tuna dengan garpu hingga lembut tapi sedikit bergerindil
  • Jika perlu, campur dengan bahan pengikat seperti pisang lumat atau yogurt
  • Sajikan dalam porsi kecil di baki makan Si Kecil atau diambilkan dengan sendok
Untuk bayi usia 9-12 bulan, Anda bisa menawarkan serat tuna matang yang lebih besar tapi tetap lembut, yang bisa diambil dengan kemampuan menjepit jarinya yang mulai terbentuk. Bisa juga dibentuk menjadi patty kecil yang lembut atau dicampur dengan sereal matang seperti quinoa atau nasi agar lebih mudah dipegang. Pastikan potongannya tidak lebih besar dari 1,3 cm untuk mengurangi risiko tersedak.9 sampai 12 bulan

Untuk bayi usia 9-12 bulan, Anda bisa menawarkan serat tuna matang yang lebih besar tapi tetap lembut, yang bisa diambil dengan kemampuan menjepit jarinya yang mulai terbentuk. Bisa juga dibentuk menjadi patty kecil yang lembut atau dicampur dengan sereal matang seperti quinoa atau nasi agar lebih mudah dipegang. Pastikan potongannya tidak lebih besar dari 1,3 cm untuk mengurangi risiko tersedak.

  • Suwir tuna sebesar kacang polong agar mudah diambil
  • Buat salad tuna dengan alpukat lumat menggantikan mayones
  • Campurkan tuna dengan sayuran matang supaya makanannya seimbang
  • Sajikan tuna sendiri atau sebagai bagian sandwich yang dibongkar
  • Perhatikan tanda Si Kecil mulai mengunyah seiring meningkatnya kemampuannya
Untuk balita usia 12 bulan ke atas, tuna bisa diberikan dalam bentuk yang lebih bervariasi, misalnya di sandwich, salad, atau sebagai bagian dari makanan keluarga. Tetap pastikan tuna disuwir seukuran gigitan dan periksa tulangnya. Anda bisa perlahan memperkenalkan bumbu tambahan, tapi tetap batasi garam tambahan dan hindari ikan tinggi merkuri seperti hiu atau ikan pedang.12 bulan +

Untuk balita usia 12 bulan ke atas, tuna bisa diberikan dalam bentuk yang lebih bervariasi, misalnya di sandwich, salad, atau sebagai bagian dari makanan keluarga. Tetap pastikan tuna disuwir seukuran gigitan dan periksa tulangnya. Anda bisa perlahan memperkenalkan bumbu tambahan, tapi tetap batasi garam tambahan dan hindari ikan tinggi merkuri seperti hiu atau ikan pedang.

  • Masukkan tuna ke dalam makanan keluarga seperti pasta atau casserole
  • Sajikan salad tuna di roti gandum utuh atau cracker
  • Ajari Si Kecil memeriksa tulang dengan bantuan Anda
  • Padukan tuna dengan sayuran berwarna-warni supaya makanannya menarik
  • Tetap batasi tuna 1-2 porsi per minggu karena merkuri

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Rendah

Tuna alaminya lembut dan mudah terpisah seratnya, jadi risiko tersedaknya rendah asal diolah dengan tepat. Untuk bayi, selalu lumatkan atau suwir halus agar tidak ada potongan besar. Hindari menambahkan bahan keras seperti sayuran mentah sampai Si Kecil lebih besar dan mampu mengunyah makanan bertekstur.

Alergen umum

Alergi ikan dialami sekitar 0.2-0.5% anak, dan tuna merupakan salah satu alergen ikan yang paling umum.2

Perhatikan gejala:

  • Biduran
  • Bengkak
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas

Mulailah dengan porsi kecil (sekitar 1 sendok teh) dan amati apakah ada reaksi dalam beberapa jam berikutnya.3 Sebaiknya perkenalkan tuna di rumah, bukan di daycare atau restoran, dan konsultasikan dengan dokter anak jika Anda khawatir soal alergi.

Vitamin & mineral

Tuna kaya akan Vitamin D yang membantu bayi Anda menyerap kalsium untuk tulang yang kuat, serta Vitamin B12 yang penting bagi fungsi saraf yang sehat dan produksi sel darah merah.4 Tuna juga mengandung selenium, mineral penting yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tiroid.5

Vitamin
Vitamin DVitamin B12Vitamin B3Vitamin B6
Mineral
SeleniumFosforKaliumYodium

Sinergi nutrisi

Padukan tuna dengan makanan kaya Vitamin C, seperti Ubi Jalar lumat atau paprika, untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari bahan lain dalam makanannya.6

Pertanyaan umum

Jenis tuna apa yang paling baik untuk bayi?

Pilih tuna kaleng light (seperti cakalang) alih-alih albacore, karena biasanya kadar merkurinya lebih rendah. Cari tuna yang dikemas dalam air tanpa tambahan garam, dan selalu tiriskan dulu sebelum disajikan agar kandungan natriumnya berkurang.

Bagaimana cara tahu kalau bayi Anda mengalami reaksi alergi terhadap tuna?

Perhatikan gejala seperti biduran, bengkak di sekitar mulut, muntah, atau rewel setelah makan. Jika Anda menemukan salah satunya, hentikan pemberian tuna dan hubungi dokter anak. Reaksi ringan bisa jadi hanya ketidaksukaan pada teksturnya, jadi coba beberapa kali lagi.

Apakah tuna bisa dicampur dengan makanan lain supaya lebih menarik?

Tentu saja! Coba campur tuna yang disuwir halus dengan alpukat lumat, yogurt, atau sayuran puree seperti kacang polong atau wortel. Ini menambah kelembutan dan rasa yang familier sehingga membantu Si Kecil menerimanya lebih mudah.

Sumber & referensi

  1. 1USDA FoodData Central, 2024
  2. 2Sicherer et al., 2014
  3. 3American Academy of Pediatrics, 2023
  4. 4National Institutes of Health, 2023
  5. 5Rayman, 2012
  6. 6Hallberg et al., 1989