Almond

Kacang

Almond

Almond adalah kacang yang kaya nutrisi dan bisa jadi sumber lemak sehat, protein, serta vitamin dan mineral penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Rasanya ringan dan sedikit manis, sehingga banyak bayi yang menyukainya asalkan diperkenalkan dengan cara yang aman. Almond khususnya kaya vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan pelindung sel, dan magnesium yang mendukung kerja otot serta saraf.5

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Januari 2026
Usia pertama12bln+
KategoriKacang
Alergen umumYa
Risiko tersedakTinggi

Kapan bayi bisa makan Almond?

Almond umumnya bisa diperkenalkan sekitar usia 12 bulan, setelah Si Kecil nyaman dengan makanan padat lain dan tidak menunjukkan tanda alergi terhadap alergen umum lainnya. Selalu sajikan dalam bentuk yang aman dan sesuai usia untuk memperkecil risiko tersedak.

Tips penyimpanan

Simpan almond utuh dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap hingga 6 bulan, atau simpan di kulkas atau freezer agar lebih awet. Setelah dihaluskan menjadi selai almond, simpan di kulkas dan gunakan dalam 2-3 bulan.

Cara menyajikan Almond sesuai usia

Untuk bayi usia 12-18 bulan, sajikan almond hanya dalam bentuk yang benar-benar halus dan bisa dioles. Campurkan lapisan tipis selai almond halus ke dalam bubur oat atau yogurt, atau pakai tepung almond untuk pancake atau muffin. Pastikan semua kue yang dipanggang lembut dan mudah hancur di antara gusi.12 sampai 18 bulan

Untuk bayi usia 12-18 bulan, sajikan almond hanya dalam bentuk yang benar-benar halus dan bisa dioles. Campurkan lapisan tipis selai almond halus ke dalam bubur oat atau yogurt, atau pakai tepung almond untuk pancake atau muffin. Pastikan semua kue yang dipanggang lembut dan mudah hancur di antara gusi.

  • Gunakan hanya selai almond halus tanpa gerindilan
  • Campur selai almond dengan ASI atau susu formula agar lebih encer
  • Coba tepung almond untuk pancake pisang atau biskuit gigit
  • Oleskan selai almond tipis-tipis pada potongan roti panggang
  • Selalu awasi Si Kecil dengan seksama saat makan
Untuk balita usia 18 bulan ke atas, Anda bisa memperkenalkan almond yang dicincang sangat halus dan dicampur ke makanan seperti yogurt atau bubur oat, tapi tetap hindari kacang utuh. Selai almond boleh dioles agak lebih tebal, dan tepung almond bisa dipakai untuk kue yang teksturnya lebih kasar.18 bulan +

Untuk balita usia 18 bulan ke atas, Anda bisa memperkenalkan almond yang dicincang sangat halus dan dicampur ke makanan seperti yogurt atau bubur oat, tapi tetap hindari kacang utuh. Selai almond boleh dioles agak lebih tebal, dan tepung almond bisa dipakai untuk kue yang teksturnya lebih kasar.

  • Cincang almond menjadi potongan kecil yang tidak lebih besar dari biji wijen
  • Campurkan almond cincang halus ke dalam yogurt atau keju cottage
  • Buat krispi ayam berlapis almond dengan almond yang dihaluskan
  • Tambahkan irisan almond ke kue hanya jika sangat tipis dan tercampur rata
  • Tetap hindari almond utuh sampai usia minimal 4 tahun

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Tinggi

Almond utuh dan potongan almond besar berisiko tinggi menyebabkan tersedak pada bayi dan balita karena bentuknya yang keras dan bulat. Untuk membuatnya aman, selalu sajikan almond yang dihaluskan menjadi selai almond atau dioleskan tipis, dan jangan pernah memberikan kacang utuh atau serpihan besar. Awasi Si Kecil selama makan.

Alergen umum

Alergi kacang pohon, termasuk alergi almond, dialami sekitar 1-2% anak, dan almond merupakan salah satu alergen kacang pohon yang paling umum.2

Perhatikan gejala:

  • Bentol (urtikaria)
  • Bengkak pada bibir, wajah, atau lidah
  • Gangguan pencernaan (muntah, diare)
  • Sulit bernapas
  • Mengi atau batuk

Perkenalkan almond dalam jumlah sangat sedikit (seperti olesan tipis selai almond) dan amati adanya reaksi selama 2-3 hari. Karena almond termasuk alergen yang umum, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkannya, terutama jika ada riwayat alergi makanan dalam keluarga. Jangan pernah memberikan kacang utuh karena risiko tersedaknya.

Vitamin & mineral

Almond menyediakan nutrisi penting yang mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Almond adalah sumber magnesium yang sangat baik, yang penting untuk fungsi otot dan saraf dan diserap dengan baik dari menu bayi.5 Kalium di dalam almond membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh yang sehat serta mendukung kerja jantung dan otot.3 Almond juga mengandung kalsium dan fosfor yang bekerja sama untuk pembentukan tulang yang kuat.4

Vitamin
Vitamin EVitamin B2Vitamin B3Vitamin B9
Mineral
MagnesiumKalsiumZat BesiKaliumFosforSengTembagaMangan

Sinergi nutrisi

Mengombinasikan selai almond dengan makanan kaya vitamin C seperti stroberi atau jeruk bisa meningkatkan penyerapan zat besi dari almond, sehingga membantu mendukung sel darah yang sehat.6

Resep dengan Almond

Pertanyaan umum

Bagaimana cara paling aman menyajikan almond untuk bayi saya?

Cara paling aman adalah memakai selai almond halus tanpa pemanis, diencerkan dengan ASI, susu formula, atau air hingga teksturnya encer untuk bayi yang lebih muda. Oleskan tipis di roti panggang atau campurkan ke bubur oat. Jangan pernah menyajikan almond utuh, potongan almond, atau selai almond yang bergerindil karena risiko tersedaknya.

Bisakah saya membuat selai almond sendiri untuk bayi saya?

Bisa! Haluskan almond yang sudah dipanggang di food processor hingga benar-benar licin (ini bisa memakan waktu beberapa menit). Pastikan tidak ada lagi gerindilan. Untuk bayi, pilih almond tanpa garam dan jangan tambahkan gula madu (karena risiko botulisme) atau gula. Simpan selai almond buatan sendiri di kulkas.

Apa yang harus saya lakukan jika saya curiga ada alergi almond?

Hentikan pemberian almond segera dan hubungi dokter anak Anda jika melihat gejala seperti bentol, bengkak, muntah, atau kesulitan bernapas. Untuk reaksi berat (kesulitan bernapas, bentol yang menyebar luas), segera cari pertolongan medis darurat. Dokter dapat memandu Anda soal pemeriksaan dan langkah memperkenalkannya di kemudian hari.

Sumber & referensi

  1. 1TBCA - Tabela Brasileira de Composição de Alimentos
  2. 2Moss CR, 2022
  3. 3Strohm D et al., 2017
  4. 4Couce ML et al., 2021
  5. 5Lönnerdal B, 1995
  6. 6Lönnerdal B, 1997