Kepiting

Protein

Kepiting

Kepiting adalah makanan laut yang lezat, dagingnya mudah terkelupas, dan menawarkan rasa serta tekstur yang baru untuk Si Kecil. Kepiting kaya protein berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya1, serta vitamin dan mineral penting yang membantu sistem kekebalan tubuh dan produksi energi2. Rasanya yang alami, manis, dan sedikit asin bisa membantu memperluas selera makan bayi Anda sekaligus memberi nutrisi yang penting.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Juli 2026
Usia pertama6bln+
KategoriProtein
Alergen umumYa
Risiko tersedakSedang

Kapan bayi bisa makan Kepiting?

Kepiting bisa diperkenalkan sekitar usia 6 bulan ketika Si Kecil mulai makan MPASI, tapi karena kepiting termasuk alergen makanan laut bercangkang, banyak dokter anak yang menyarankan menunggu sampai 8-9 bulan untuk memperkenalkan makanan bercangkang setelah alergen umum lainnya sudah dicoba dulu.

Tips penyimpanan

Kepiting segar sebaiknya langsung dimasak dan disajikan, atau disimpan di kulkas maksimal 2 hari. Kepiting yang sudah matang tahan dibekukan 2-3 bulan asal disimpan dalam wadah kedap udara.

Cara menyajikan Kepiting sesuai usia

Untuk bayi usia 12-18 bulan, sajikan kepiting dalam potongan kecil yang mudah diambil dengan jari-jarinya. Pastikan semua cangkang sudah terangkat dan dagingnya sudah matang sampai berwarna putih dan empuk. Anda boleh mencampurnya ke makanan lembut seperti alpukat tumbuk atau yoghurt agar lebih mudah dipegang.12 sampai 18 bulan

Untuk bayi usia 12-18 bulan, sajikan kepiting dalam potongan kecil yang mudah diambil dengan jari-jarinya. Pastikan semua cangkang sudah terangkat dan dagingnya sudah matang sampai berwarna putih dan empuk. Anda boleh mencampurnya ke makanan lembut seperti alpukat tumbuk atau yoghurt agar lebih mudah dipegang.

  • Kukus atau rebus kepiting sampai benar-benar matang (suhu bagian dalam 63°C)
  • Suwir daging dengan jari tangan Anda menjadi potongan kecil yang mudah dikunyah
  • Campur dengan ubi jalar tumbuk atau alpukat supaya teksturnya agak lengket
  • Hindari menambahkan garam, mentega, atau bumbu berat
  • Sajikan pada suhu ruang agar mulut mungilnya tidak kepanasan
Untuk anak usia 18 bulan ke atas, Anda bisa menawarkan potongan daging kepiting yang lebih besar untuk berlatih menggigit dan mengunyah. Kepiting yang dibentuk menjadi dadar atau bulatan kecil dengan bahan sederhana adalah pilihan yang bagus. Terus pastikan semua serpihan cangkang sudah terangkat sebelum disajikan.18 bulan +

Untuk anak usia 18 bulan ke atas, Anda bisa menawarkan potongan daging kepiting yang lebih besar untuk berlatih menggigit dan mengunyah. Kepiting yang dibentuk menjadi dadar atau bulatan kecil dengan bahan sederhana adalah pilihan yang bagus. Terus pastikan semua serpihan cangkang sudah terangkat sebelum disajikan.

  • Buat kue kepiting mini dengan tepung roti dan telur sebagai perekatnya
  • Sajikan salad kepiting di atas roti gandum panggang yang dipotong panjang seperti jari
  • Tambahkan kepiting ke dalam masakan pasta atau mangkuk nasi
  • Ajari Si Kecil memeriksa sisa cangkang sambil makan
  • Padukan dengan saus celup berbahan dasar yoghurt

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Sedang

Daging kepiting sendiri bertekstur lembut dan mudah terkelupas, umumnya aman jika disiapkan dengan benar, tapi serpihan cangkangnya bisa menyebabkan tersedak. Selalu buang semua sisa cangkang dengan teliti dan periksa dagingnya lagi. Untuk bayi yang lebih kecil, hancurkan dagingnya sampai halus lalu campurkan ke makanan lain supaya teksturnya mudah ditelan.

Alergen umum

Alergi makanan laut bercangkang menyerang sekitar 0.5-2% populasi, dan kepiting merupakan salah satu alergen bercangkang yang paling umum3.

Perhatikan gejala:

  • Biduran
  • Bengkak di bibir/wajah
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas
  • Mengi

Perkenalkan kepiting dalam jumlah sangat sedikit (sekitar ¼ sendok teh) dan amati reaksinya selama 3 hari4. Karena alergi makanan laut bercangkang bisa berat, banyak dokter anak yang menyarankan memperkenalkannya di rumah, bukan di penitipan anak, serta menyiapkan antihistamin untuk anak. Selalu konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkan alergen utama5.

Vitamin & mineral

Kepiting memberi nutrisi yang sangat baik untuk bayi yang sedang tumbuh. Kepiting kaya vitamin B12 yang mendukung perkembangan otak dan fungsi sistem saraf6. Kandungan sengnya membantu daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhan7, sedangkan selenium berperan sebagai antioksidan penting8. Kepiting juga mengandung tembaga yang membantu penyerapan zat besi dan menjaga kesehatan tulang9.

Vitamin
Vitamin B12Vitamin B3Vitamin B2Vitamin B6Vitamin B5Vitamin E
Mineral
SengTembagaSeleniumFosforMagnesiumNatrium

Sinergi nutrisi

Padukan kepiting dengan makanan kaya vitamin C seperti paprika atau jeruk agar penyerapan zat besi dari makanan nabati dalam satu waktu makan meningkat10.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara memilih kepiting segar untuk bayi Anda?

Pilih kepiting segar yang baunya bersih dan khas laut, bukan amis. Untuk kepraktisan sekaligus keamanan, banyak orang tua memilih daging kepiting yang sudah matang dan dikupas dari sumber terpercaya. Selalu periksa sisa cangkang sebelum disajikan ke bayi Anda.

Bagaimana kalau Si Kecil tidak suka rasa kepiting?

Bayi biasanya perlu beberapa kali coba dulu sebelum mau menerima rasa baru. Coba campurkan sedikit daging kepiting yang sudah disuwir ke makanan yang memang disukainya, seperti kentang tumbuk atau alpukat. Rasanya cukup kuat, jadi mulailah dari jumlah kecil supaya Si Kecil bisa menyesuaikan perlahan.

Bolehkah pakai kepiting kaleng untuk makanan bayi?

Boleh, kepiting kaleng memang praktis, tapi pilih yang direndam dalam air dengan kandungan garam serendah mungkin. Bilas sebentar untuk mengurangi kandungan garamnya lagi. Selalu periksa serpihan cangkang seperti saat menangani kepiting segar, dan perhatikan teksturnya—kepiting kaleng cenderung lebih lembut dan lebih mudah ditangani bayi.

Sumber & referensi

  1. 1FAO/WHO, 2007
  2. 2NIH Office of Dietary Supplements, 2022
  3. 3Sicherer et al., 2010
  4. 4American Academy of Pediatrics, 2019
  5. 5Fleischer et al., 2013
  6. 6Black, 2008
  7. 7Prasad, 2013
  8. 8Rayman, 2012
  9. 9Prohaska, 2011
  10. 10Teucher et al., 2004