Teri

Protein

Teri

Teri adalah ikan berukuran kecil yang kaya nutrisi dan bisa jadi tambahan yang sangat baik untuk menu Si Kecil. Teri secara alami kaya protein untuk pertumbuhan dan mengandung nutrisi penting seperti vitamin D untuk tulang yang kuat1 serta zat besi untuk perkembangan otak yang sehat2. Teksturnya lembut dan rasanya gurih sehingga mudah dicampur ke berbagai makanan bayi.

PTim Pemberian Makan PippinDitinjau oleh spesialis pemberian makan · Diperbarui Juli 2026
Usia pertama6bln+
KategoriProtein
Alergen umumYa
Risiko tersedakRendah

Kapan bayi bisa makan Teri?

Anda bisa memperkenalkan teri sekitar usia 6 bulan saat memulai MPASI, tapi banyak orang tua menunggu sampai 8-9 bulan, ketika bayi sudah lebih terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur.

Tips penyimpanan

Simpan teri kalengan di kulkas setelah dibuka dan habiskan dalam 2-3 hari. Untuk teri segar, gunakan dalam 1-2 hari atau bekukan hingga 3 bulan.

Cara menyajikan Teri sesuai usia

Untuk bayi usia 9-12 bulan, lumat teri tanpa tulang dan tanpa kulit sampai menjadi pasta halus, atau cincang halus menjadi potongan kecil yang lembut. Campur dengan sayuran tumbuk atau sereal agar teksturnya mudah dipegang, baik dengan jari maupun sendok.9 sampai 12 bulan

Untuk bayi usia 9-12 bulan, lumat teri tanpa tulang dan tanpa kulit sampai menjadi pasta halus, atau cincang halus menjadi potongan kecil yang lembut. Campur dengan sayuran tumbuk atau sereal agar teksturnya mudah dipegang, baik dengan jari maupun sendok.

  • Pilih teri rendah sodium dan bilas dengan baik untuk mengurangi kandungan garamnya.
  • Buang semua tulang dengan memeriksa satu per satu, atau gunakan varietas yang sudah tanpa tulang.
  • Campur dengan alpukat atau ubi jalar agar hasilnya lembut dan enak.
  • Sajikan dalam porsi kecil (1-2 sendok teh) untuk memantau kemunculan alergi.
  • Beri dengan sendok yang sudah terisi penuh, atau oleskan di atas potongan roti panggang yang lembut.
Untuk anak usia 12 bulan ke atas, suwir teri menjadi potongan kecil yang lembut atau campurkan ke dalam masakan seperti saus pasta atau schotel. Mereka sudah bisa menangani tekstur yang lebih kasar, jadi Anda boleh memberi potongan sedikit lebih besar seiring kemampuan mengunyahnya terasah.12 bulan +

Untuk anak usia 12 bulan ke atas, suwir teri menjadi potongan kecil yang lembut atau campurkan ke dalam masakan seperti saus pasta atau schotel. Mereka sudah bisa menangani tekstur yang lebih kasar, jadi Anda boleh memberi potongan sedikit lebih besar seiring kemampuan mengunyahnya terasah.

  • Gunakan teri untuk memberi rasa pada saus buatan sendiri sebagai pengganti garam.
  • Campur ke telur orak-arik atau hidangan nasi untuk menambah nutrisi.
  • Sajikan sebagai bagian dari Makanan Jari, misalnya perkedel ikan atau bakso ikan.
  • Dorong Si Kecil makan sendiri dengan peralatan makan untuk melatih koordinasinya.
  • Padukan dengan sayuran berwarna-warni agar makanannya menarik dan seimbang.

Keamanan & alergen

Risiko tersedak: Rendah

Teri secara alami lembut setelah dimasak atau dikalengkan, sehingga risiko tersedaknya rendah. Untuk keamanan ekstra, lumatkan sampai halus untuk bayi yang lebih kecil dan pastikan semua tulangnya benar-benar dibuang. Selalu dampingi Si Kecil saat makan.

Alergen umum

Alergi ikan menyerang sekitar 0.5-0.6% anak, dan teri termasuk salah satu jenis ikan yang bisa memicu reaksi3.

Perhatikan gejala:

  • Biduran
  • Pembengkakan
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas

Beri sedikit saja (sekitar ¼ sendok teh) dan amati reaksinya selama 3-5 hari. Karena ikan adalah alergen yang umum, konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkannya jika ada riwayat alergi dalam keluarga4. Mulailah dengan teri yang sudah dimasak matang atau teri kalengan, karena kemungkinan memicu alergi lebih kecil dibanding ikan mentah.

Vitamin & mineral

Teri memberi nutrisi yang sangat baik untuk bayi yang sedang tumbuh. Teri kaya vitamin D yang membantu tubuh Si Kecil menyerap kalsium untuk tulang dan gigi yang kuat1. Kandungan zat besinya mendukung perkembangan otak yang sehat dan mencegah anemia2, sementara selenium berperan sebagai antioksidan penting5.

Vitamin
Vitamin DVitamin B12Vitamin B3
Mineral
KalsiumZat BesiSeleniumFosforNatrium

Sinergi nutrisi

Padukan teri dengan makanan kaya vitamin C seperti tomat atau paprika untuk membantu penyerapan zat besi6. Lemak sehat dari minyak zaitun atau alpukat juga membantu tubuh Si Kecil menyerap vitamin larut lemak yang ada di teri.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara memilih teri terbaik untuk bayi saya?

Pilih teri kalengan yang dikemas dalam air atau minyak zaitun tanpa tambahan garam. Teri segar seharusnya bening matanya, kulitnya mengilap, dan baunya segar seperti laut. Hindari yang berbau amis menyengat.

Bagaimana kalau bayi saya tidak suka rasanya yang kuat?

Mulailah dengan sedikit saja, dicampur ke makanan yang memang sudah disukai Si Kecil, seperti kentang tumbuk atau saus pasta. Rasanya yang kuat mungkin terasa berlebihan di awal, tapi banyak bayi akhirnya menyukainya kalau diperkenalkan bertahap.

Apakah teri kalengan aman untuk bayi?

Aman, asalkan disiapkan dengan benar. Bilas teri kalengan dengan baik untuk mengurangi kandungan sodium, buang tulang yang masih terlihat, lalu lumatkan sampai halus. Proses pengalengan membuatnya sangat lembut dan mudah dicerna bayi.

Sumber & referensi

  1. 1NIH Office of Dietary Supplements, 2023
  2. 2Lozoff et al., 2006
  3. 3Sicherer et al., 2014
  4. 4American Academy of Pediatrics, 2020
  5. 5Rayman, 2012
  6. 6Teucher et al., 2004